Winer-K Cup I 2026, Nabil dan Zafira Tampil Bersaing di Kelompok Senior

SMA Negeri 1 SelongPraya Barat --- Cabang olahraga renang ikut mewarnai dan mengharumkan awal tahun 2026 bagi SMA Negeri 1 Selong. Melalui Kejuaraan Renang Winer-K Cup I Tahun 2026 antar Sekolah dan Perkumpulan Renang se-Nusa Tenggara Barat (NTB), dua siswa sekolah tersebut tampil membanggakan dengan torehan prestasi di tengah persaingan ketat atlet-atlet terbaik daerah.

 

Kejuaraan ini berlangsung selama tiga hari, 16–18 Januari 2026, bertempat di Kolam Renang Winer-K Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Mengusung tema “Bersaing Fair, Membangun Prestasi”, seluruh rangkaian perlombaan dilaksanakan menggunakan peraturan Akuatik / World Aquatics. Sistem lomba menerapkan 1x start dan langsung final, sehingga setiap atlet dituntut tampil maksimal sejak awal pertandingan.

 

Dua siswa SMA Negeri 1 Selong yang ambil bagian dalam kejuaraan ini adalah Nabil Akbar Nurrahman (Kelas XI-5) dari DSC Lotim dan Baiq Zafira Aqila Zarkasyi (Kelas X-4) dari TJR Swimming Club. Keduanya turun di Kelompok Umur 1 + Senior, yakni kategori usia 16 tahun ke atas yang mempertemukan atlet-atlet muda dengan perenang senior dari berbagai klub se-NTB.

 

Nabil Akbar Nurrahman berhasil meraih dua medali perunggu melalui nomor 50 meter dan 100 meter gaya punggung individu putra. Pada nomor 50 meter gaya punggung, Nabil finis di posisi ketiga setelah harus mengakui keunggulan I Gede Shri Subagia Suno dari Tastura SC yang meraih emas dan Muhammad Zian Novriandi dari SMAN 3 Mataram yang meraih perak. Hasil serupa kembali diraih Nabil pada nomor 100 meter gaya punggung, dengan Muhammad Zian Novriandi meraih emas dan I Gede Shri Subagia Suno meraih perak.

 

Selain gaya punggung, Nabil juga turun di nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas, namun harus puas finis di posisi kelima. Meski demikian, capaian tersebut tetap disyukurinya sebagai bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan.

 

“Alhamdulillah saya bangga dengan diri saya dan telah memberikan yang terbaik dalam lomba tersebut. Walaupun hanya mendapatkan dua medali perunggu, saya tetap bersyukur dan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk ke depannya,” ujar Nabil.

 

Bertanding di Kelompok Umur 1 + Senior memberikan tantangan tersendiri baginya. “Tentu saja berat karena melawan atlet yang usianya lebih tua dan lebih berpengalaman. Namun saya bersyukur bisa bertanding dengan mereka karena saya mendapatkan banyak pelajaran dari pertandingan tersebut,” ungkapnya.

 

Ia juga menilai persaingan di nomor gaya punggung berlangsung dengan penuh sportivitas. “Mereka bertanding sangat baik dan menjunjung sportivitas. Walaupun menjadi pesaing yang kuat bagi saya, saya bangga bisa bersaing dengan mereka,” tambah Nabil.

 

Sementara itu, Baiq Zafira Aqila Zarkasyi tampil impresif dengan meraih satu medali emas dan dua medali perunggu, meski harus bertanding dalam kondisi kurang sehat. Medali emas diraihnya pada nomor 100 meter gaya punggung individu putri, setelah mengungguli Syakira Najla dari SMAN 1 Praya (perak) dan Keysha Almira Tsaniyah dari TGSC Sumbawa (perunggu).

 

Zafira juga meraih medali perunggu pada nomor 50 meter gaya punggung individu putri, di bawah Aurelia Akiko dari TGSC Sumbawa dan Naomi Amira Athaya Dhia dari Moyoshaki SC, serta perunggu pada nomor 50 meter gaya bebas individu putri. Selain itu, ia mengikuti sejumlah nomor lainnya, di antaranya 100 meter gaya dada, 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya dada, dan 100 meter gaya kupu-kupu, yang seluruhnya diselesaikan dengan finis di posisi keempat.

 

“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bersyukur atas medali yang telah saya raih meski dalam kondisi kurang sehat. Medali ini menjadi motivasi dan pendorong agar saya dapat terus berkembang,” tutur Zafira.

 

Menurutnya, kunci keberhasilan di nomor 100 meter gaya punggung terletak pada keyakinan diri dan kesiapan mental. “Menanamkan dalam diri bahwa saya mampu tampil maksimal serta tidak meremehkan lawan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

 

Persaingan ketat juga dirasakan Zafira, khususnya pada nomor sprint. “Pada nomor 50 meter gaya bebas, persaingan sangat ketat karena rata-rata atlet lawan memiliki spesialisasi di gaya tersebut. Sementara di nomor 50 meter gaya punggung, jarak antar atlet sangat mepet dan sulit bagi saya untuk melihat posisi lawan,” ungkapnya.

 

Meski beberapa kali finis di luar podium, Zafira tetap menyikapi hasil tersebut dengan sikap positif. Ia bersyukur masih dapat melanjutkan perlombaan di sela cedera yang dialaminya pada hari pertama, sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk program latihan dan target kompetisi berikutnya, khususnya Porprov 2026.

 

Kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga bagi Nabil Akbar Nurrahman dan Baiq Zafira Aqila Zarkasyi, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang belajar, evaluasi, dan penguatan mental bertanding.

(V3)