Tarian Begawe Antar Tim Tari Raih Juara 3 di GAWE PAUD 2026

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Pada lomba tari kreasi tradisional tingkat SMA/SMK/MA se-derajat, tim tari SMA Negeri 1 Selong berhasil meraih Juara 3 setelah menampilkan Tarian Begawe yang sarat makna budaya. Prestasi tersebut diraih dalam rangkaian kegiatan GAWE PAUD 2026 yang diselenggarakan di Universitas Hamzanwadi (7–13 Februari 2026), setelah bersaing bersama sejumlah sekolah lain dengan penampilan yang beragam dan kreatif.

 

Tarian Begawe yang mereka bawakan mengangkat tradisi masyarakat Lombok saat melaksanakan begawe, yakni kegiatan gotong royong dalam rangka upacara adat atau pesta rakyat. Melalui gerakan yang lembut dan harmonis, para penari memvisualisasikan aktivitas membersihkan beras di sungai sebagai simbol persiapan acara besar. Setiap gerakan menggambarkan kebersamaan, kerja keras, dan rasa syukur, sehingga tarian tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana penyampaian nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

 

Tim tari ini beranggotakan lima siswi, yakni Yasmin Khumaira Hirwan (XI-11), Jihan Ulfa Thalita (XI-4), Fitria Anaqta Ismaila (XI-3), Audya Dabrina Andi Sya'bani (XI-4), dan Niswatul Khairi (X-3). Kelimanya tampil kompak dengan ekspresi yang selaras, menghadirkan suasana hangat khas kebersamaan dalam tradisi begawe.

 

Di balik penampilan di atas panggung, proses latihan menjadi cerita tersendiri. Pembina tim, Linda Sari Uspiani, menyebutkan bahwa sejak awal persiapan, semangat anak-anak terlihat sangat tinggi. Mereka datang latihan dengan penuh energi dan rasa ingin tahu. Tidak hanya berlatih gerakan, para siswa juga berusaha memahami makna tarian yang dibawakan agar dapat menampilkan penghayatan yang lebih mendalam.

 

Ia juga melihat perubahan yang cukup signifikan pada anak didiknya. Siswa yang awalnya masih malu-malu perlahan menjadi lebih berani tampil di depan umum. Rasa percaya diri tumbuh seiring latihan, begitu pula kekompakan tim. “Yang paling terlihat adalah mereka semakin disiplin dan saling mendukung. Mereka belajar menghargai waktu latihan dan bekerja sama,” ungkapnya.

 

Beberapa siswa bahkan menunjukkan kreativitas yang menonjol. Ada yang cepat menangkap gerakan baru, ada pula yang mampu mengekspresikan tarian dengan penuh penghayatan. Tak jarang muncul ide-ide variasi gerakan dari anggota tim yang kemudian memperkaya koreografi penampilan mereka. Hal tersebut membuat latihan berjalan lebih dinamis sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk berkembang.

 

Untuk membangun kepercayaan diri, pembina kerap mengadakan simulasi tampil di depan teman-teman dan guru agar siswa terbiasa dengan suasana panggung. Selain itu, setiap usaha mereka selalu diapresiasi. Menurutnya, penghargaan kecil dapat membuat anak merasa dihargai dan lebih yakin pada kemampuannya sendiri. Ia juga menekankan kepada siswa agar menikmati proses, bukan hanya berfokus pada hasil akhir.

 

Baginya, hal yang paling membanggakan bukan semata raihan juara, melainkan kerja sama dan sikap saling menyemangati antaranggota tim. Selama persiapan hingga tampil, mereka tetap kompak, tidak saling menyalahkan ketika ada kesalahan, dan berusaha menyelesaikan setiap tantangan bersama. Nilai kebersamaan itulah yang dianggap sebagai pengalaman paling berharga dari keikutsertaan mereka di GAWE PAUD 2026.

 

Melalui pengalaman tersebut, tim tari SMA Negeri 1 Selong tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga pelajaran tentang disiplin, keberanian, dan arti kebersamaan—modal penting bagi mereka untuk terus berkembang pada kesempatan berikutnya.

(V3)