Suporter SMAN 1 Selong Bawa Pulang Tiga Penghargaan di DBL NTB 2025

SMA Negeri 1 SelongMataram --- Gelora semangat suporter SMA Negeri 1 Selong berhasil mencuri perhatian publik pada ajang DBL NTB 2025. Dukungan kompak yang mereka hadirkan di tribun GOR Turida, Mataram, bukan hanya menyulut semangat tim basket sekolah, tetapi juga mengantarkan mereka meraih tiga penghargaan bergengsi sekaligus: 3rd Best Supporter, Beat Most Favorite Supporter, dan DBL Favorite School 2025.

 

Menurut Muh. Sultan Fazory, koordinator suporter, persiapan dilakukan semaksimal mungkin. Hal itu karena DBL 2025 menjadi momen terakhir bagi angkatan mereka.

“Persiapan kami sudah cukup maksimal, apalagi ini DBL terakhir bagi angkatan kami, jadi harus perfect,” ungkap Sultan.

 

Sejak awal, tim suporter menggelar briefing bersama untuk membahas koreografi, transportasi, hingga strategi dukungan. Meski terbentur padatnya agenda sekolah, termasuk les TKA, mereka tetap memanfaatkan waktu yang ada untuk latihan yel-yel, gerakan, dan penataan properti.

 

Tantangan terbesar datang dari segi waktu dan biaya. Pertandingan yang digelar malam hari menuntut mereka berangkat dari Lombok Timur menuju Mataram. Perjalanan jauh itu tidak menyurutkan semangat mereka.

“Kami berusaha keras untuk hadir penuh semangat, alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” tambahnya.

 

Suporter SMAN 1 Selong dikenal dengan atribut khasnya. Muh. Farras Khaidar, salah satu pengurus Golden Eagle, menjelaskan bahwa mereka menonjolkan identitas sekolah lewat warna merah, banner bertuliskan “SMAN 1 Selong Think Twice to Beat Us”, dan maskot Golden Eagle yang melambangkan kebanggaan Smansa.

“Kami gunakan warna khas merah. Maskot elang terinspirasi dari simbol sekolah, yaitu golden eagle,” jelas Farras.

 

Persiapan atribut ini tidak dilakukan sembarangan. Semua properti, mulai dari spanduk, alat musik, hingga koreografi 3D, disiapkan bersama-sama dengan pembagian tugas yang adil.

“Tidak ada keputusan sepihak, semua diputuskan bersama sesuai keahlian masing-masing,” tambah Farras.

 

Farras juga mengungkapkan bahwa latihan rutin dilakukan tiga kali seminggu selama sebulan penuh sebelum DBL dimulai. Meski menghadapi keterbatasan biaya dan perbedaan pendapat di antara pengurus, mereka selalu kembali pada tujuan bersama: mendukung tim basket sekolah.

“Kami ingin membangun suasana positif di tribun, menjaga komunikasi dua arah, dan mendengarkan masukan dari siswa lain,” katanya.

 

Kerja keras ini membuahkan hasil. Pada hari pertandingan, lebih dari 300 siswa hadir untuk mendukung. Bahkan, di hari kedua ketika hujan turun, semangat mereka tidak luntur sedikit pun.

“Kami datang dari Lombok Timur membawa 324 orang. Cuaca kurang mendukung, tapi semangat tetap terjaga,” ujar Farras bangga.

 

Bagi Sultan, momen paling berkesan adalah ketika anthem SMAN 1 Selong dikumandangkan di tribun.

“Anthem itu menyatukan seluruh siswa meski berbeda-beda, tapi tetap satu tujuan,” tuturnya.

 

Selain itu, koreografi 3D raksasa yang menghiasi tribun menjadi sorotan besar. Saat properti itu diangkat, tribun seketika bergemuruh dan memicu semangat seluruh suporter.

“Ketika koreo 3D naik, suara tribun langsung menggelegar,” kenang Sultan.

 

Farras menambahkan bahwa kehadiran maskot di tribun juga menjadi pemantik semangat. “Saat maskot naik, suara dan energi di tribun langsung membara,” katanya.

 

Baik Sultan maupun Farras sepakat bahwa penghargaan yang diraih tidak lepas dari konsistensi persiapan sejak jauh-jauh hari dan kekompakan seluruh anggota suporter. Dengan jumlah besar, gerakan yang teratur, koreografi 3D, dan atribut yang mencolok, suporter SMAN 1 Selong mampu membuktikan diri sejajar dengan sekolah-sekolah kota.

 

Respon penonton pun sangat positif. Guru-guru yang hadir menilai penampilan suporter SMAN 1 Selong solid, tertib, dan penuh semangat.

 

Di akhir wawancara, Sultan menitipkan pesan kepada adik kelasnya:

“Tetap konsisten mendukung tim kebanggaan Smansa. Suara kalian adalah semangat pemain. Jaga solidaritas baik di tribun maupun di luar tribun.”

 

Senada dengan itu, Farras mengingatkan agar warisan berupa peralatan, koreografi, dan semangat jangan disia-siakan.

“Jangan sia-siakan apa yang sudah kami bangun. Jadilah contoh yang baik, dan kelola suporter dengan lebih serius,” tegasnya.

 

Bagi Sultan, keberhasilan ini digambarkan dengan satu kata: “Berhasil”.

Bagi Farras, satu kata yang paling tepat adalah: “Sukses”.

 

Prestasi ini bukan hanya kemenangan di tribun, tetapi juga bukti bahwa kekuatan kebersamaan mampu menjadikan suporter SMAN 1 Selong sebagai salah satu yang terbaik di DBL NTB 2025.

 

(V3)