Siswa SMA Negeri 1 Selong Raih Prestasi di Lomba Video Konten Literasi NTB 2025
SMA Negeri 1 Selong – Mataram --- Sebanyak
50 peserta terpilih dari total 130 pendaftar mengikuti Lomba Konten Video
Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, dewan juri menetapkan 10 karya terbaik yang dinilai
paling inspiratif, edukatif, dan menghibur.
Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan duta
literasi digital yang mampu mengangkat budaya membaca dan menulis, serta
menjadikan konten literasi sebagai sarana promosi perpustakaan sebagai pusat
pengetahuan sekaligus ruang kreativitas masyarakat.
Pengumuman pemenang disampaikan pada Senin, 8
September 2025, oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pembinaan dan
Pengembangan Perpustakaan, Ibrahim Kurniawan. Ia menegaskan bahwa keputusan
dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
“Dewan juri telah menetapkan pemenang
berdasarkan kualitas karya para peserta. Karya-karya ini diharapkan bisa menginspirasi
masyarakat untuk semakin gemar membaca dan berkarya,” ungkapnya.
Juara pertama diraih Ganis Arindatu dengan video
bertema “Korupsi Bukan Hanya Korupsi Elite, Tapi Bisa Muncul dari Kebiasaan
Kita”. Juara kedua adalah Ihsan Itqanul Amal melalui karya “Dari Desa
untuk NTB: Anak Muda Berkarya Lewat Literasi, Rumah Belajar Darek”.
Sedangkan juara ketiga diberikan kepada Nanda Medina Apriza dengan video “Menyulam
Asa dari Tanah Sasak”.
Selain itu, tujuh karya lainnya dinobatkan sebagai
video terbaik, salah satunya dari siswa SMA Negeri 1 Selong, Zahwa Amalia
Sholiha. Karyanya berjudul “Budaya Tak Hanya Ditenun dengan Tangan, Tapi
dengan Membaca Mampu Menenun Setiap Helai Rasa Ingin Tahu”, berhasil masuk
lima besar kategori video terbaik.
Zahwa mengaku sangat bersyukur atas pencapaian
tersebut. “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga pada diri sendiri karena
bisa bersaing dengan 50 peserta se-NTB. Ini memotivasi saya untuk terus
berkarya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa video tersebut terinspirasi dari
kekayaan budaya lokal. “Inspirasinya datang dari budaya kain tenun NTB yang
kaya makna, lalu saya padukan dengan semangat membaca sebagai cara menenun
pengetahuan,” jelasnya.
Bagi Zahwa, literasi bukan hanya membaca buku,
tetapi juga merajut rasa ingin tahu dan melestarikan budaya. Ia bahkan
melakukan riset dengan membaca referensi tentang kain sesek di Perpustakaan
Lombok Timur dan mencari informasi tambahan melalui gawai.
Proses pembuatan video tidak selalu mudah.
Tantangan terbesar yang dihadapi Zahwa adalah bagaimana mengemas ide agar
menarik dan mudah dipahami. “Saya mengatasinya dengan banyak mencoba dan
berani berkreasi,” katanya.
Menurutnya, literasi memiliki peran penting bagi
generasi muda di era digital. “Literasi membuat generasi muda lebih kritis,
kreatif, dan bijak dalam menggunakan teknologi,” ujarnya.
Bagi pelajar seperti dirinya, literasi menjadi
bekal untuk belajar, berprestasi, dan membuka peluang masa depan. Ia pun
berharap agar semangat literasi semakin tumbuh di sekolah-sekolah. “Saya
berharap literasi semakin hidup di sekolah, dan NTB bisa menjadi daerah yang
cerdas, berdaya saing, serta tetap mencintai budayanya,” tutupnya dengan
penuh semangat.
Karya lainnya yang juga meraih predikat terbaik di
antaranya adalah Muhammad Abisar dengan tema “Pengaji Budaya: Penyelamatan
Bahasa dan Budaya Suku Samawa Melalui Literasi”, Risha Ulfayana dengan “Berbeda
Tapi Bisa Menerima Harapan dari NTB”, serta Sally Dwi Aryani melalui “Generasi
Muda NTB Menulis Masa Depan”.
Kemudian, penghargaan terbaik keempat diberikan
kepada Luh Putu Dyah Madyawati dengan video “Jejak yang Hampir Hilang”.
Indriana Mitra Sari melalui “Perempuan dan Literasi, Kisah Penggerak
Literasi dari NTB” meraih posisi terbaik keenam, sementara Humma Zahira Sofa
menutup daftar dengan karyanya tentang “Lalu Abdul Fatah, Penggiat Literasi
di Tengah Modernisasi”.
Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa minat
generasi muda NTB terhadap literasi semakin berkembang. Sebelum pengumuman
pemenang, 50 peserta terpilih telah mengikuti pembekalan dari para narasumber
berkompeten pada 19 Agustus 2025.
Prestasi Zahwa mendapat sambutan positif dari pihak
sekolah. Dr. Hj. Sri Wahyuni menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang
diraih oleh Zahwa. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa semangat
literasi di lingkungan sekolah terus tumbuh. “Kami sangat bangga atas
keberhasilan Zahwa yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi. Teruslah
berkarya dan berani mengekspresikan ide melalui literasi,” ujar Kepala
Sekolah.
Melalui ajang ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Provinsi NTB berharap lahir generasi yang mampu memajukan budaya literasi,
tidak hanya di NTB, tetapi juga di tingkat nasional.
(V3)