Ria Sasmitha Raih Juara 1 dan Pesilat Terbaik pada SH Terate Cup I Mataram 2025

SMA Negeri 1 SelongMataram --- Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup I Mataram 2025 resmi digelar pada Jumat hingga Minggu, 28–30 November 2025 di Stadion Gelora 17 Desember (GOR Turide), Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ajang ini menjadi tonggak penting bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Mataram dalam memajukan dunia pencak silat serta mempererat tali silaturahmi antarwarga, baik dari wilayah Mataram maupun luar daerah.

 

Suasana GOR Turide tampak dipadati peserta, official, pelatih, dan para pendukung yang datang dari berbagai kontingen ranting serta cabang latihan. Antusiasme luar biasa ini menjadi bukti bahwa pencak silat semakin diminati oleh masyarakat, khususnya di lingkungan PSHT.

 

Kejuaraan SH Terate Cup I Mataram 2025 mempertandingkan berbagai kategori baik tanding maupun seni. Dari ajang bergengsi ini, salah satu siswa SMA Negeri 1 Selong, Ria Sasmitha, tampil memukau dan berhasil meraih Juara 1 sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik. Ria, yang lahir di Candikuning pada 25 September 2009 dan berdomisili di Rempung, menunjukkan performa luar biasa.

 

Dalam sesi wawancara, Ria menceritakan awal ketertarikannya pada dunia pencak silat.

“Saya tertarik dengan pencak silat sejak SD, karena waktu itu saya sering melihat latihan dan akhirnya ikut,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pencak silat memiliki nilai lebih yang membuatnya semakin tekun. “Karena pencak silat membuat saya lebih disiplin, percaya diri, dan saya merasa cocok dengan teknik serta gerakannya.”

 

Mengikuti kejuaraan tingkat kota ini menjadi pengalaman berharga bagi Ria.

“Saya merasa sangat bangga dan bersemangat bisa ikut kejuaraan ini. Untuk menambah pengalaman buat saya,” ucapnya dengan penuh antusias. Meski demikian, ia mengakui bahwa ada tantangan besar yang harus dihadapi. “Tantangan terbesar adalah menjaga fokus dan mengatur strategi supaya tetap tenang saat menghadapi lawan yang berat.”

 

Ria juga menyebut bahwa lawan yang menurutnya paling kuat adalah pesilat yang memiliki kecepatan teknik dan pertahanan kokoh. “Sehingga saya harus lebih hati-hati,” imbuhnya.

 

Salah satu momen paling tak terlupakan bagi Ria adalah ketika ia berhasil bangkit di babak akhir.

“Momen paling berkesan adalah ketika saya berhasil membalikkan keadaan dan mendapatkan poin penting di babak akhir,” kenangnya.

 

Keberhasilan meraih dua penghargaan sekaligus tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya.

“Pastinya saya merasa sangat senang, bersyukur, dan tidak menyangka bisa meraih dua penghargaan sekaligus,” ungkap Ria dengan tersenyum.

 

Siswa yang juga merupakan adik dari seorang atlet silat ini mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga.

“Yang paling banyak memberikan dukungan adalah keluarga, terutama kakak, dan teman-teman saya, yang juga seorang atlet silat,” tuturnya.

 

Terkait manajemen waktu antara latihan dan belajar, Ria sudah memiliki pola tersendiri.

“Saya biasanya latihan setelah pulang sekolah, dan belajar saya lakukan di malam hari atau saat ada waktu luang,” jelasnya.

 

Baginya, pencak silat sudah menjadi bagian penting dalam hidup yang ingin terus ia tekuni. Ia juga memiliki sosok inspiratif yang selalu memotivasinya.

“Iya, saya punya panutan yaitu kakak saya sendiri yang sudah lebih dulu menjadi atlet silat,” ucapnya dengan bangga.

 

Keberhasilan meraih Juara 1 sekaligus Pesilat Terbaik di ajang SH Terate Cup I Mataram 2025 akan menjadi modal berharga untuk perjalanan kariernya ke depan. Teruslah berjuang dan berprestasi, Ria! Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal menuju impian yang lebih tinggi.

 

(V3)