RBC Cup 2026 Jadi Panggung Prestasi Rizkon Mubarraq, Antar NTB Rising Raih Juara KU-18

SMA Negeri 1 SelongMakassar --- Turnamen basket Open Tournament RBC Cup 2026 yang digelar di Kota Makassar pada 16–25 Januari 2026 menjadi ajang pembuktian kualitas atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh Tim RBC Makassar bekerja sama dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Makassar ini menghadirkan persaingan ketat dengan melibatkan tim-tim dari berbagai wilayah, khususnya kawasan Indonesia Timur.

 

RBC Event 2026 yang berlangsung di GOR Basket Universitas Ciputra Makassar secara konsisten menjadi salah satu barometer pembinaan dan peningkatan kualitas basket di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Turnamen ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang evaluasi perkembangan pemain, sistem permainan tim, serta pembinaan usia muda.

 

Salah satu siswa SMA Negeri 1 Selong, Rizkon Mubarraq, siswa kelas XI-04, tampil mewakili Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kategori Kelompok Umur 18. Tergabung dalam Klub NTB Rising, Rizkon sukses mengantarkan timnya meraih Juara I KU-18, sekaligus menegaskan daya saing NTB di level nasional.

 

Rizkon menilai penyelenggaraan Open Tournament RBC Cup 2026 berlangsung dengan sangat baik dan profesional. “Menurut saya, penyelenggaraan Open Tournament RBC Cup 2026 berjalan dengan sangat baik dan profesional. Mulai dari manajemen pertandingan, fasilitas, hingga perangkat pertandingan disiapkan secara maksimal,” ujar Rizkon.

 

Selain berkontribusi membawa tim meraih gelar juara, Rizkon juga mencatatkan pencapaian individu yang menonjol selama turnamen. Dari empat pertandingan yang dijalani, ia masuk dalam jajaran Top Player di sejumlah kategori, di antaranya peringkat 6 pencetak poin dengan total 35 poin, peringkat 10 assist dengan nilai 4, serta peringkat 10 steal dengan nilai 6. Rizkon juga menempati peringkat 6 block, peringkat 9 efficiency, dan peringkat 7 index performance dengan total nilai 92.

 

Pada catatan Top Player Average, Rizkon berada di peringkat 3 akurasi three point dengan persentase 31,94 persen, serta mencatatkan rata-rata 8,75 poin per pertandingan. Kontribusinya juga tercermin dalam statistik plus minus, efficiency, dan index performance yang menempatkannya sebagai salah satu pemain paling konsisten sepanjang turnamen. Rizkon juga tercatat meraih Player of The Match pada pertandingan pertama.

 

Meski mencatatkan statistik individu yang baik, Rizkon menegaskan bahwa kontribusinya tidak terlepas dari kerja tim. “Statistik individu hanyalah pendukung. Tujuan utama saya adalah membantu tim melalui kontribusi di berbagai aspek permainan seperti mencetak poin, bertahan, memberikan assist, dan menjaga komunikasi di lapangan agar sistem permainan tim berjalan dengan baik,” ungkapnya.

 

Keberhasilan meraih gelar Juara I KU-18 menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Rizkon dan seluruh tim NTB Rising. Ia menyebut prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta kekompakan tim selama masa persiapan dan pertandingan. “Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa NTB mampu bersaing di level nasional,” tambahnya.

 

Selama turnamen, NTB Rising menghadapi persaingan ketat dari tim-tim berbagai daerah, khususnya dari kawasan Indonesia Timur seperti Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiap pertandingan menuntut kesiapan mental dan strategi yang matang, mengingat kualitas lawan yang merata.

 

Pengalaman Rizkon sebelumnya sebagai Runner Up Mandiri 3x3 Sirkuit Nasional 2025 turut memberi pengaruh positif terhadap performanya di RBC Cup 2026. Pengalaman tersebut melatih kecepatan, pengambilan keputusan, serta ketahanan mental di bawah tekanan, yang sangat membantu saat menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.

 

Ke depan, Rizkon berharap dapat terus mengembangkan kemampuan bermain basket dan memperoleh kesempatan bertanding di level yang lebih tinggi. Di sisi lain, ia juga berkomitmen untuk tetap menjaga prestasi akademik sebagai siswa SMA Negeri 1 Selong, dengan menyeimbangkan pencapaian olahraga dan pendidikan sebagai fondasi masa depannya.

(V3)