Ketua KPU Lombok Timur Tekankan Peran Gen-Z sebagai Penentu Masa Depan Demokrasi

SMA Negeri 1 SelongSelong --- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur, Ada Suci Makbullah, menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen-Z), dalam menentukan arah demokrasi dan masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Selong, Senin, 19 Januari 2026.

 

Dalam amanatnya, Ada Suci Makbullah menjelaskan bahwa KPU memiliki program khusus bernama Gen-D (Generasi Demokrasi), yakni program pendidikan pemilih yang menyasar generasi muda. Program ini dilaksanakan secara berjenjang oleh KPU, mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten/kota.

 

“Di tingkat nasional, KPU RI melakukan roadshow ke kampus-kampus untuk memberikan materi terkait demokrasi dan kepemiluan. Sementara KPU provinsi dan kabupaten/kota lebih banyak menyasar sekolah menengah. Itulah sebabnya sekolah dan kampus menjadi sasaran utama sosialisasi,” jelasnya.

 

Menurutnya, sasaran tersebut sangat relevan karena sebagian besar peserta didik di sekolah menengah dan mahasiswa merupakan pemilih baru. KPU Lombok Timur sendiri telah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, dan hasilnya menunjukkan bahwa jumlah pemilih baru di Lombok Timur tergolong cukup besar.

 

“Dari data yang kami miliki, mayoritas pemilih baru sekitar 60 persen berasal dari kategori pemilih pemula, yaitu warga negara Indonesia yang untuk pertama kalinya menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa pemilih pemula umumnya berasal dari kalangan pelajar dan generasi muda yang baru memenuhi syarat usia memilih. Dalam Undang-Undang Pemilu, batas usia untuk menggunakan hak pilih adalah 17 tahun atau sudah/pernah menikah. Namun, perbedaan standar usia dalam berbagai undang-undang, seperti undang-undang perkawinan, pidana, dan perdata, kerap menjadi tantangan tersendiri bagi KPU dalam melakukan pemutakhiran data pemilih.

 

“Misalnya, ada warga yang sudah menikah tetapi usianya masih di bawah 17 tahun dan tidak memiliki buku nikah. Ini menjadi persoalan administratif yang harus kami cermati dalam pendataan pemilih,” terangnya.

 

Lebih lanjut, Ada Suci Makbullah menekankan bahwa Generasi Z akan menjadi kelompok penentu dalam Pemilu 2029. Menurutnya, keputusan politik generasi muda saat ini akan sangat memengaruhi baik buruknya masa depan bangsa.

 

“Kalau menggunakan istilah adik-adik sekarang, kalian adalah game changer. Di tahun 2029 nanti, mungkin adik-adik sudah menjadi mahasiswa, anggota TNI, polisi, atau sudah bekerja. Tapi pilihan politik adik-adiklah yang akan menentukan arah kepemimpinan bangsa,” katanya.

 

Ia juga mengapresiasi tingkat pemahaman demokrasi di kalangan pelajar. Berdasarkan pengalamannya berdiskusi di berbagai SMA di Lombok Timur, generasi Gen-Z dinilai memiliki pemahaman demokrasi yang cukup baik, bahkan kerap melontarkan pertanyaan kritis yang melampaui tingkat mahasiswa.

 

“Generasi Gen-Z lahir di era digitalisasi, di mana akses informasi sangat cepat. Ini menjadi keunggulan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.

 

Ketua KPU Lombok Timur itu menambahkan bahwa masa depan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Indonesia secara keseluruhan sangat bergantung pada arah politik generasi muda. Indonesia, katanya, sedang menuju Indonesia Emas 2045, namun juga akan menghadapi bonus demografi, yaitu tingginya jumlah penduduk usia produktif.

 

“Bonus demografi ini bisa menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan baik, tetapi bisa menjadi keberkahan dan keuntungan besar jika dikelola secara tepat,” jelasnya.

 

Oleh karena itu, ia mengajak para pelajar untuk terus memperkaya wawasan dengan membaca dan mencari referensi tentang demokrasi. Ia menegaskan bahwa demokrasi memang menjunjung kebebasan, namun kebebasan tersebut memiliki batas, yakni kebebasan orang lain.

 

“Demokrasi itu bebas, tapi dibatasi oleh hak orang lain. Seperti mendengarkan radio di rumah, kita punya hak, tetapi ada tetangga yang sakit dan juga harus dihormati,” ujarnya memberi contoh.

 

Di akhir amanatnya, Ada Suci Makbullah mengajak para pelajar untuk kelak menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menjadi agen penyebar nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.

 

Generasi kalian itu kritis, tidak mau diatur secara kaku, dan lahir di era digital. Jadikan itu kekuatan. Kalianlah tonggak masa depan demokrasi Indonesia,” pungkasnya.

(V3)