Ekskul Musik SMAN 1 Selong Raih Juara 1 Nasional Cipta Lagu Tanos 2024 yang Diadakan Direktorat SMA, Kemendikbud.
SMA Negeri 1 Selong – Selong --- Prestasi membanggakan diraih oleh “De Nusa”, grup musik SMA Negeri 1 Selong, berhasil menjuarai kategori cipta
lagu dalam ajang Tantangan Inovasi Siswa SMA (TANOS) 2024, yang diumumkan pada
tanggal 28 Oktober 2024 melalui media sosial Direktorat SMA dan website resmi.
Dengan lagu berjudul “Nusantara Tanah Budaya,” mereka berhasil merebut
perhatian juri melalui tema kearifan lokal yang kental dengan pesan tentang
keragaman budaya dan keindahan alam Indonesia. Karya ini sekaligus
memperlihatkan bakat dan kreativitas generasi muda dalam mengangkat budaya
lokal melalui musik.
Grup musik De Nusa terdiri dari siswa-siswa berbakat, yaitu Ahmad Syauqi
Juniar Saputra, lahir di Selong pada 6 Juni 2008, bertempat tinggal di
Lingkungan Reban Tebu RT. 013, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, siswa
kelas X-1. Selain itu, ada Baiq Rindang Damara, lahir di Padamara pada 12
Desember 2008, yang tinggal di Jalan Merdeka Selatan, Desa Padamara, Kecamatan
Sukamulia, siswa kelas X-5. Anggota ketiga adalah Khalisha Wahyu Fatina, lahir
di Selong pada 30 Desember 2008, yang tinggal di Jalan Melati Bermis 1,
Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, kelas X-3. Bersama-sama, ketiganya
mempersembahkan karya yang membanggakan, didukung kreativitas serta kerja keras
untuk mempersiapkan lagu ini.
Salah satu anggota De Nusa menyampaikan rasa bangga mereka atas
pencapaian ini, mengakui bahwa karya tersebut lahir dari hasil kerja keras dan
kreativitas bersama. "Kami sangat bangga atas pencapaian ini karena
karya ini merupakan hasil dari kreativitas dari kita semua,"
ungkapnya. Lagu ini terinspirasi dari keberagaman dan kekayaan budaya serta
keindahan alam Nusantara, yang ingin mereka sajikan melalui musik. Meski
begitu, proses penciptaan karya ini tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai
dari revisi aransemen dan lirik yang perlu disesuaikan beberapa kali hingga kendala
kesehatan dan keterbatasan waktu yang sempat menghambat jalannya proses.
Dalam wawancara dengan Lalu Zahrun Nizar, S.Pd., pembina ekstrakurikuler
musik, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian ini. Menurutnya, meski
proses seleksi ketat, tidak terlalu sulit membimbing grup ini karena mereka
mampu merespons arahan dengan cepat. "Tidak terlalu susah kali ini
karena mereka merespons dengan tepat apa yang kita arahkan," ujarnya. Miq
Ijang menjelaskan bahwa pemilihan anggota grup dilakukan dengan hati-hati, memilih
siswa yang tidak hanya memiliki kualitas vokal dan musikalitas yang baik,
tetapi juga ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan kompetisi. Keunikan De
Nusa sendiri, lanjutnya, terletak pada keberanian mereka menyisipkan nembang
atau nyanyian khas Sasak dalam lagu mereka, yang menambah unsur budaya lokal
pada karya tersebut.
Tahap workshop yang diadakan selama proses TANOS juga memberikan
pengalaman berharga bagi anggota De Nusa. "Pengalaman yang kami dapatkan
pada workshop yaitu bisa berinteraksi dengan sesama anak-anak hebat yang ada di
seluruh Indonesia, serta berbagi pengetahuan dengan host dan para
peserta," tutur salah satu anggota. Workshop ini menjadi kesempatan langka
bagi mereka untuk bertukar wawasan dan ide dengan peserta dari berbagai daerah,
serta memperkaya pandangan mereka dalam menciptakan karya dengan perspektif
budaya yang lebih luas.
Tak hanya itu, proses kreatif mereka diwarnai dengan diskusi dan
kolaborasi erat di antara anggota. Mereka berbagi ide, saling memberi masukan, dan
mencari jalan tengah untuk menghasilkan karya terbaik. Dukungan penuh juga
datang dari para guru, orang tua, serta teman-teman di sekolah yang memberikan
semangat sepanjang perjalanan mereka. De Nusa juga mengungkapkan bahwa
kesuksesan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal bagi mereka untuk terus
berinovasi dan mengasah kemampuan. Grup musik ini berencana untuk terus
berlatih dan mempersiapkan diri lebih matang, dengan harapan dapat bersaing di
kompetisi musikalisasi puisi tingkat nasional pada tahun mendatang.
Lebih jauh, nama De Nusa sendiri memiliki makna yang kuat sebagai
identitas mereka sebagai kelompok musik dari Nusantara. Nama ini diambil dari
kata “De” yang diadaptasi dari kata “the” dalam bahasa Inggris dan “Nusa” yang
berarti pulau dalam bahasa Indonesia. Bagi mereka, De Nusa melambangkan
semangat mereka sebagai putra-putri Nusantara yang menyuarakan budaya dan adat
istiadat lokal melalui musik. “De Nusa menunjukkan bahwa karya dari anak
Nusantara adalah suara atau ekspresi dari budaya dan adat istiadat yang berada
di Nusantara,” jelas salah satu anggota, menegaskan misi mereka untuk
menyatukan dan memperkenalkan musik dengan identitas budaya lokal.
Miq Ijang menambahkan bahwa melihat perkembangan anak didiknya yang cepat
beradaptasi dengan arahan yang diberikan membuatnya sangat bangga. Ia berpesan
kepada mereka untuk terus berkarya dengan cinta dan semangat, bukan semata-mata
demi nominal atau pujian. "Berkaryalah selama kalian bisa karena dengan
itu kalian dianggap istimewa. Berkaryalah dengan cinta, bukan karena nominal
atau pujian semata," pesan beliau. Selain itu, ia memberikan stimulus
dan motivasi kepada tim dengan memperlihatkan karya-karya kakak kelas mereka
yang pernah berprestasi di ajang serupa.
Kepala SMA Negeri 1 Selong, Dr. Hj. Sri Wahyuni, juga memberikan
tanggapan positif terhadap prestasi De Nusa. Menurutnya, keberhasilan ini
adalah bukti nyata bahwa kreativitas siswa SMA Negeri 1 Selong semakin
berkembang. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh De Nusa.
Mereka mampu menunjukkan kepada kita semua bahwa potensi anak-anak SMA Negeri 1
Selong tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga kreatif dan inovatif dalam
bidang seni,” ujarnya. Kepala Sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada
Lalu Zahrun Nizar selaku pembina serta semua pihak yang telah mendukung
perjalanan tim ini hingga mencapai hasil gemilang. “Terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pembina yang telah sabar membimbing, serta kepada semua
yang mendukung, termasuk orang tua dan teman-teman yang memberikan dukungan
penuh. Kebersamaan ini adalah kunci keberhasilan mereka,” tambahnya.
Ia berharap agar keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa lain
untuk tidak takut mengembangkan bakatnya. “Kami berharap ini menjadi
motivasi bagi semua siswa untuk terus berkarya dan berani menunjukkan
kreativitas mereka di berbagai bidang,” tambahnya.
Dengan kemenangan ini, De Nusa berhasil mengharumkan bukan hanya nama SMA Negeri 1 Selong tapi juga Provinsi NTB dan membuktikan bahwa anak-anak muda mampu berinovasi, berkreativitas, dan membawa warisan budaya lokal ke dalam kancah nasional. Keberhasilan mereka di TANOS 2024 menjadi bukti bahwa kearifan lokal, jika disampaikan dengan cara yang kreatif dan penuh cinta, akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Karya mereka bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga kontribusi bagi upaya pelestarian budaya Nusantara di era modern.
(V3)